Rasulullah Muhammad ﷺ diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan hanya sebagai rahmat bagi umat manusia, tetapi rahmat bagi seluruh alam—termasuk hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Akhlak beliau terhadap hewan mencerminkan kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap ciptaan Allah, sekecil apa pun bentuknya. Dalam setiap tindakannya, Nabi ﷺ mengajarkan bahwa menyakiti hewan tanpa hak adalah dosa, sementara berbuat baik kepada mereka adalah amal shalih yang dicatat oleh Allah.
Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya’: 107)
Kata "الْعَالَمِينَ" (seluruh alam) mencakup semua makhluk, bukan hanya manusia.
Larangan Menyakiti Hewan
Nabi ﷺ melarang keras menyiksa, membunuh, atau menyakiti hewan tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Beliau bersabda:
عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا حِينَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
"Seorang perempuan diazab karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati. Ia masuk neraka karena tidak memberinya makan dan minum saat mengurungnya, dan tidak membiarkannya mencari makanan dari serangga tanah."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa menahan hewan tanpa memberi makan adalah kezaliman besar, yang berujung pada azab di akhirat.
Nabi ﷺ juga melarang:
- Mengurung hewan tanpa alasan,
- Menjadikan hewan sebagai sasaran latihan panah atau tembakan,
- Mencabut bulu burung atau menyakitinya untuk hiburan,
- Membunuh hewan hanya untuk kesenangan.
Beliau bersabda:
فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
"Pada setiap makhluk yang bernyawa (yang kamu beri makan atau minum), ada pahala."
(HR. Al-Bukhari)
Perintah Berbuat Baik kepada Hewan
Nabi ﷺ tidak hanya melarang menyakiti, tapi juga menganjurkan kebaikan terhadap hewan.
Beliau menceritakan kisah seorang pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan:
بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ، إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ، فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ، فَغُفِرَ لَهَا بِهِ
"Dahulu ada seekor anjing yang berputar-putar di sekitar sumur, hampir mati kehausan. Lalu seorang pelacur dari Bani Israil melihatnya, lalu melepas sepatunya, mengambil air dari sumur, dan memberi minum anjing itu. Maka Allah mengampuninya karena perbuatannya itu."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bahkan binatang yang dihalalkan untuk dimakan pun harus diperlakukan dengan adab:
- Disembelih dengan pisau yang tajam,
- Tidak disembelih di depan hewan lainnya,
- Tidak disiksa sebelum disembelih.
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan (baik) dalam segala hal. Maka, jika kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik."
(HR. Muslim)
Kasih Sayang Nabi terhadap Hewan Peliharaan
Nabi ﷺ sendiri memiliki hewan peliharaan, seperti:
- Unta kesayangannya, al-‘Adbā’, yang beliau sayangi,
- Kucing yang sering tidur di lengan bajunya, hingga beliau menggunting lengan bajunya agar tidak membangunkan kucing itu saat shalat,
- Burung yang diberikan kepada cucunya, Hasan dan Husain.
Beliau juga melarang memisahkan induk hewan dari anaknya, karena tahu bahwa hewan pun punya perasaan.
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ تَفْرِيقِ الْوَالِدَةِ وَوَلَدِهَا
"Rasulullah ﷺ melarang memisahkan induk hewan dari anaknya."
(HR. Abu Dawud — hasan)
Hewan dalam Perspektif Islam: Makhluk yang Dihormati
Islam mengajarkan bahwa:
- Hewan memiliki hak, meski bukan mukallaf (tidak dibebani syariat),
- Mereka beribadah kepada Allah dengan caranya sendiri:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ وَيَطْوِينَ
"Tidakkah engkau lihat bahwa segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, termasuk burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya?"
(QS. An-Nur: 41) - Menyakiti mereka tanpa hak adalah pelanggaran terhadap amanah Allah, karena bumi ini adalah milik Allah, dan manusia hanyalah khalifah (penjaga) di dalamnya.
Penutup: Rahmat yang Meluas ke Seluruh Makhluk
Akhlak Nabi Muhammad ﷺ terhadap hewan adalah bukti nyata bahwa Islam adalah agama rahmat, keadilan, dan keseimbangan. Beliau tidak hanya mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia, tapi juga menghormati setiap nyawa yang Allah ciptakan.
Maka, sebagai umatnya, marilah kita:
- Jangan menyakiti hewan, meski serangga sekalipun,
- Berikan makan dan minum kepada hewan yang membutuhkan,
- Jaga lingkungan, agar hewan liar tetap punya tempat hidup,
- Ajarkan anak-anak untuk mencintai, bukan takut atau menyiksa hewan.
Karena setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan dicatat oleh Allah:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
"Barangsiapa mengerjakan kebaikan, laki-laki atau perempuan, dalam keadaan beriman, niscaya Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik."
(QS. An-Nahl: 97)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang menjadi rahmat bagi seluruh makhluk, sesuai dengan sunnah Nabi-Nya yang mulia.
آمين يا رب العالمين.

0 comments:
Posting Komentar